Liputan07 | Banda Aceh – Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) secara resmi mengumumkan hasil Sidang Pantukhir Calon Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang II TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025. Pembacaan hasil Sidang Pantukhir digelar di Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM), Kamis (17/07/2025), dan menjadi tahap akhir dari serangkaian seleksi panjang untuk menjaring generasi muda terbaik bangsa yang siap mengabdi sebagai prajurit TNI AD.
Dalam seleksi yang berlangsung ketat dan transparan ini, sebanyak 1.630 peserta dinyatakan lulus dari total 1.998 peserta yang mengikuti Pantukhir. Dari jumlah tersebut, 1.180 calon prajurit Kecabangan Infanteri akan mengikuti pendidikan pertama di Rindam Iskandar Muda, sementara 450 lainnya akan melanjutkan pendidikan kecabangan lain di lembaga pendidikan militer TNI AD di luar wilayah Kodam IM.
Keberagaman latar belakang sosial ekonomi para peserta yang lulus menjadi salah satu sorotan positif dalam proses rekrutmen ini. Dari kalangan anak petani, nelayan, pedagang kecil, buruh, hingga anak yatim, seluruhnya memiliki peluang yang sama tanpa diskriminasi. Hal ini menegaskan bahwa Kodam IM berkomitmen membuka akses selebar-lebarnya kepada masyarakat dari berbagai latar belakang untuk menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD.
Salah satu dari calon prajurit yang dinyatakan lulus adalah Safrul Awlia. R, pemuda berusia 18 tahun asal Kabupaten Aceh Besar. Dengan mata berbinar dan suara bergetar karena haru, Safrul mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.
“Alhamdulillah, ini adalah impian saya sejak kecil. Bisa diterima menjadi calon prajurit TNI AD adalah kebanggaan luar biasa, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk keluarga dan desa saya,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa perjalanan mengikuti seleksi bukanlah hal yang mudah. Latihan fisik, mental, dan persiapan akademik ia jalani dengan penuh kesungguhan. Dukungan orang tua dan teman-teman menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus berjuang hingga akhirnya dinyatakan lulus.
“Saya percaya bahwa usaha keras, dan latihan adalah faktor penting, namun doa dan restu orang tua serta dukungan keluarga menjadi penyemangat untuk saya terus berjuang meraih cita-cita. Untuk adik-adik di Aceh yang ingin bergabung dengan TNI, teruslah berdoa, berlatih dengan sungguh-sungguh, dan jangan mudah menyerah. Percayalah, dengan niat baik dan ketulusan, semua akan terwujud,” pesan Safrul.
Sementara itu, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh panitia dan tim seleksi yang telah melaksanakan tugas dengan penuh integritas.






