322 Peserta Didik Polri Turun ke 6 Polda, Evaluasi Strategi Pencegahan Karhutla

Komjen Pol. Panca menambahkan, setelah menyelesaikan penugasan, para peserta akan memberikan masukan secara intensif kepada Polri. Masukan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan pencegahan Karhutla.

“Kelak setelah nanti mereka kembali, mereka akan memberikan masukan secara intensif dari pendekatan keilmuan dan pendekatan konsep operasi yang diharapkan nanti menjadi masukan kita juga, baik ke Polri maupun kepada pemerintah daerah dan pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie. Mengatakan, pelaksanaan Satgas Edukasi tersebut merupakan bentuk pembelajaran langsung bagi peserta didik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Dalam penanganan Karhutla, Polri juga memberlakukan Operasi Amanusa II yang dikhususkan untuk penanganan bencana alam. Sejumlah Polda sebelumnya telah menerapkan operasi tersebut, baik secara kewilayahan maupun terpusat.

“Dalam komposisi penanganan Karhutla, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberlakukan dengan Operasi Amanusa II. Operasi Amanusa II ini dikhususkan kepada penanganan bencana alam. Karhutla ini kan termasuk juga bencana alam,” ujar Komjen Pol. Roycke.

Seiring dengan perkembangan situasi Karhutla, Polri juga akan memperkuat penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi kepolisian.

“Ketika melihat eskalasi yang ada maka sesuai perintah Bapak Kapolri, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi yang ada di Kepolisian,” tegasnya.

Pengerahan peserta didik melalui Satgas Gelombang Kedua ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi di lapangan. Data dan temuan yang diperoleh selama penugasan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat konsep pencegahan, manajemen operasi, serta kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi Karhutla di masa mendatang.

Pos terkait