Kapolda Aceh Buka Pelatihan Jungle Warfare di Cot Girek, Tekankan Kemampuan Personel

Liputan07 | Lhoksukon — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah secara resmi membuka latihan taktis Brimob di pedalaman Aceh Utara. Latihan bertajuk Jungle Warfare dan kolaborasi Quick Response Pelayanan Kamtibmas tersebut digelar dalam rangka menjaga dan meningkatkan kemampuan perorangan personel agar tetap terpelihara.

Sebanyak 144 personel pilihan dari jajaran Satbrimob Polda Aceh mengikuti pelatihan tersebut sebagai bentuk peningkatan kemampuan dalam menghadapi tantangan tugas di medan hutan maupun wilayah terpencil. Dalam upacara pembukaan, Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe masing-masing turut mengerahkan 100 personel.

“Latihan taktis ini merupakan upaya kita dalam rangka meningkatkan kemampuan perorangan personel sekaligus memeliharanya agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta peningkatan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi,” kata Irjen Marzuki Ali Basyah dalam upacara pembukaan latihan taktis jungle warfare Brimob di Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 1 April 2026.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa dinamika perkembangan situasi global maupun nasional saat ini menunjukkan perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Berbagai tantangan keamanan terus berkembang, baik yang bersifat konvensional maupun nonkonvensional, seperti meningkatnya kejahatan transnasional, ancaman terorisme, serta potensi konflik sosial yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sementara itu, lanjutnya, pada tataran regional dan khususnya di wilayah Aceh, karakteristik lingkungan serta potensi kerawanan yang ada menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur keamanan, khususnya jajaran Brimob.

Apalagi menurutnya, wilayah hukum Polda Aceh memiliki karakteristik geografis yang unik, dengan bentang alam yang didominasi oleh hutan, pegunungan, dan wilayah terpencil. Kondisi ini menuntut kesiapan khusus bagi personel Brimob dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi dengan medan yang berat dan menantang.

Oleh karena itu, latihan jungle warfare ini menjadi sangat relevan dan strategis sebagai sarana untuk membekali personel dengan kemampuan taktis dan teknis dalam operasi di medan hutan.

“Latihan ini tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga menguji ketahanan mental, kecerdasan taktis, kemampuan adaptasi, serta soliditas tim dalam menghadapi berbagai skenario ancaman, seperti kejahatan bersenjata api, perampokan, penculikan, hingga ancaman terorisme,” ujarnya.

Pos terkait