Liputan07 | Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman melalui program Beut Kitab Bak Sikula, yang ditandai dengan pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru yang akan mengajar program tersebut di sekolah-sekolah. Bimtek dilaksanakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pengajaran kitab di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sekaligus menyamakan persepsi para pengajar agar materi yang disampaikan dapat diterima secara optimal oleh para siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Rahmawati, SPd MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan para ulama dayah sebagai pemateri utama. Selain itu, materi juga akan disampaikan oleh pihak dinas guna memastikan integrasi kurikulum berjalan efektif.
“Hari pertama para peserta akan menerima materi dari ulama dayah terkait substansi pengajaran kitab, sementara pada sesi lainnya akan diberikan materi dari dinas untuk mendukung metode dan pendekatan pembelajaran di sekolah,” ujar Rahma.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dalam arahannya menegaskan bahwa program ini dirancang secara serius melalui proses seleksi ketat terhadap para guru yang terlibat. Hal ini dilakukan agar pendidikan agama yang diberikan benar-benar berkualitas dan berdampak pada pembentukan karakter generasi muda Aceh Besar.
“Tujuan kita melakukan seleksi beberapa waktu yang lalu, agar melahirkan guru-guru yang benar-benar layak dan mampu, karena mereka akan mengajarkan anak-anak generasi kita ke depan,” tegasnya.
Syech Muharram sapaan akrab Bupati Aceh Besar H Muharram Idris juga mengingatkan para guru tentang pentingnya keikhlasan dalam mengajar, tidak semata-mata berorientasi pada insentif atau gaji, melainkan pada keberkahan ilmu yang diberikan kepada para siswa.
“Kalau kita punya ilmu tapi tidak diajarkan, maka ilmu itu tidak berkah. Karena itu, saya berharap kepada para guru agar selalu istiqamah dan serius dalam mengajar,” ujarnya.
Menurut Syech Muharram, program ini menyasar sekitar 29 ribu siswa di Aceh Besar yang akan mendapatkan pengajaran dasar-dasar keislaman melalui kegiatan belajar di sekolah. Ia menilai, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar agama di luar sekolah, sehingga kehadiran program ini menjadi solusi strategis.






