Liputan07 | Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Jambur Mamang, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu 20 Juni 2026, pembangunan telah mencapai 35 persen dan masuk tahap penting pemasangan menara pylon.
Babinsa Posramil Darul Hasanah Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga bergotong royong mengangkat material, merakit rangka baja, melakukan pengelasan, hingga memasang komponen menara pylon. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan ketelitian dan keselamatan kerja.
Babinsa Posramil Darul Hasanah, Serma Supiyanto, menyebut pemasangan menara pylon menjadi bagian vital dalam konstruksi. “Menara pylon berfungsi sebagai penyangga utama kabel sling yang menopang seluruh jembatan. Hari ini kami mulai memasang tiang pylon sambil menunggu pondasi di sisi lain mengering sempurna. Tahapan ini harus cermat dan sesuai perencanaan teknis agar kuat dan aman jangka panjang,” ujarnya.
Sebelum tahap ini, tim telah menyelesaikan pondasi utama, blok angkur, pemasangan kait angin, serta pekerjaan konstruksi pendukung. Serma Supiyanto menegaskan setiap tahapan dikerjakan sesuai standar, mulai dari penyambungan rangka, pengelasan, hingga penempatan posisi menara agar sesuai spesifikasi.
Jembatan baru ini akan menggantikan jembatan lama yang rusak dan tidak aman, terutama saat musim hujan. Dengan konstruksi lebih kuat dan modern, jembatan diharapkan memperlancar akses warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memudahkan pelajar dan layanan kesehatan.
“Kami bersama masyarakat berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target. Yang utama adalah kualitas terjaga sehingga jembatan aman dan memberi manfaat jangka panjang,” tegas Serma Supiyanto.
Warga Jambur Mamang mengapresiasi peran aktif Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui Posramil Darul Hasanah. Mereka berharap pembangunan rampung tepat waktu agar segera digunakan.
Setelah pemasangan menara pylon, tahapan berikutnya adalah pemasangan kabel utama, kabel penggantung, dan lantai jembatan. Sinergi TNI dan warga diyakini mempercepat konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Darul Hasanah dan sekitarnya.






