Liputan07 | Aceh Tenggara – Babinsa Posramil Lawe Sumur Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama mekanik, tukang, dan warga Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis, Jumat 26 Juni 2026. Pekerjaan yang dilakukan berupa pemotongan besi dan pengelasan plat bordes untuk rangka lantai jembatan.
Sejak pagi lokasi pembangunan dipenuhi semangat gotong royong. Personel TNI, tenaga teknis, dan masyarakat bekerja teliti mulai dari pengukuran material, pemotongan besi sesuai spesifikasi, perakitan rangka lantai, hingga pengelasan plat bordes. Semua tahapan dikerjakan mengacu pada standar keselamatan dan kualitas konstruksi agar jembatan kokoh dan aman digunakan.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, menyampaikan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI untuk meningkatkan konektivitas di wilayah pedalaman yang selama ini terbatas akses transportasinya. Saat ini pekerjaan difokuskan pada rangka lantai yang akan menjadi jalur utama penyeberangan.
“Setiap tahapan kami laksanakan dengan teliti agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan aman. Kehadiran Babinsa di lapangan juga bagian dari komitmen TNI hadir membantu masyarakat, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui gotong royong,” kata Pelda Ahmad Saan.
Jembatan akan menghubungkan Dusun Cubancer dengan Dusun Siburku di Desa Teger Miko. Selama ini warga dua dusun mengalami kesulitan saat musim hujan karena debit Sungai Alas naik dan membahayakan penyeberangan. Kondisi itu menghambat anak sekolah, petani yang membawa hasil panen, pedagang, hingga akses ke fasilitas kesehatan.
Hingga Jumat, progres pembangunan mencapai 77 persen. Capaian itu didukung kerja bersama Babinsa, mekanik, tukang, pemerintah desa, dan warga. Material seperti besi siku, plat strip, plat bordes bunga, wiremesh, baut, kawat las, pasir, semen, dan batu padas juga sudah tersedia sehingga pekerjaan berjalan sesuai rencana.
“Kami terus percepat tahapan pekerjaan dengan tetap jaga kualitas dan keselamatan. Semangat kebersamaan TNI, pemerintah desa, pekerja, dan masyarakat jadi modal utama. Semoga jembatan segera selesai dan manfaatnya langsung dirasakan warga untuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari,” ungkap Pelda Ahmad Saan.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Teger Miko menjadi bukti sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat infrastruktur pedalaman. Jembatan ditargetkan memperlancar transportasi, mendorong ekonomi desa, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan memperluas akses layanan publik di Kabupaten Aceh Tenggara.






