Liputan07 | Aceh Tenggara – Pembangunan jembatan beton di Desa Lawe Sikap 1, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara memasuki tahap pemasangan besi penahan. Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat terus bergotong royong mempercepat proses agar jembatan segera dapat digunakan kembali, Sabtu 27 Juni 2026.
Jembatan yang rusak akibat terjangan banjir dari aliran air pegunungan itu merupakan akses vital penghubung sejumlah wilayah. Kehadirannya sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.
Sejak awal pembangunan, Babinsa bersama warga konsisten bekerja gotong royong di setiap tahapan. Kekompakan tersebut menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat.
Babinsa Desa Lawe Sikap 1, Koptu Suharto, mengatakan saat ini pekerjaan masuk pada pemasangan besi penahan sebagai rangka utama sebelum pengecoran lanjutan. Pemasangan dilakukan teliti sesuai standar agar menghasilkan konstruksi kuat, aman, dan tahan terhadap cuaca serta beban kendaraan.
“Kami bersama masyarakat terus bergotong royong memperbaiki jembatan desa yang rusak akibat banjir air gunung. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan semangat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong di pedesaan,” ujar Koptu Suharto.
Ia menjelaskan jembatan ini jalur utama yang menghubungkan antarwilayah dan mendukung mobilitas masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan akan menghambat ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses ke sekolah, tempat kerja, hingga pelayanan kesehatan.
Jembatan dibangun dengan konstruksi cor beton bertulang besi beton berkualitas tinggi. Pada kedua sisi bahu jembatan dipasang pasangan batu belah sebagai penahan agar konstruksi lebih stabil dan mengurangi risiko kerusakan saat debit air naik saat musim hujan.
“Kontruksi ini kami buat sekuat mungkin. Dengan tulangan besi beton dan pasangan batu belah di sisi kanan kiri, kami optimistis jembatan memiliki daya tahan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu lama,” tambahnya.
Desain tersebut dirancang menopang kendaraan dengan berbagai kapasitas, termasuk truk pengangkut pasir dan hasil perkebunan yang setiap hari melintas.
Koptu Suharto menegaskan, kegiatan ini bagian dari pembinaan teritorial TNI AD untuk mempererat hubungan Babinsa dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan budaya saling membantu.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Lawe Sikap 1 yang memberikan tenaga, waktu, dan dukungan selama pembangunan. “Kami ucapkan terima kasih. Walau butuh waktu, tenaga, dan kesabaran, Babinsa bersama warga berkomitmen menyelesaikannya hingga tuntas demi kepentingan bersama,” tutupnya.






