Liputan07 | Banda Aceh – Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kota Banda Aceh mulai menyusun strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun Pelajaran 2026/2027. Salah satu langkah yang dibahas adalah menghadirkan madrasah percontohan sebagai contoh implementasi KBC di Kota Banda Aceh.
Pembahasan berlangsung dalam Rapat Rutin Bulanan Pokjawas Madrasah di Pantai Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar, Kamis (2/7/2026).
*Fokus Pendampingan KMA 1503/2025*
Selain rencana uji coba KBC, forum juga membahas strategi pendampingan pengawas terhadap Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. KMA itu mengatur Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA dan MAK.
Fokusnya pada pelaksanaan intrakurikuler dengan mata pelajaran pilihan baru, yaitu Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence), serta kegiatan kokurikuler sesuai KMA di madrasah binaan masing-masing.
Pokjawas juga membahas pendampingan implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta pada madrasah binaan. Agenda ini diharapkan jadi bekal pengawas dalam memberikan pendampingan yang terarah dan maksimal.
*Tahap Perencanaan dan Kajian*
Ketua Pokjawas Madrasah Kota Banda Aceh, Fikriah, S.Ag., M.Pd., mengatakan rapat ini fokus pada penyamaan persepsi pengawas terhadap kebijakan baru Kemenag, sekaligus menyusun langkah awal pendampingan.
“Beberapa hal yang kami bahas hari ini masih tahap perencanaan. Tujuannya membangun kesamaan persepsi, sehingga saat kebijakan diimplementasikan, pendampingan ke madrasah bisa lebih terarah dan efektif,” ujar Fikriah.
Salah satu agenda yang masih dikaji adalah rencana minimal satu pengawas membina satu madrasah percontohan KBC. Menurutnya, perlu kajian matang agar madrasah yang dipilih benar-benar siap jadi contoh penerapan.
Sebagai tindak lanjut, seluruh anggota Pokjawas akan menyusun naskah akademik berdasarkan kesiapan madrasah. Hasilnya akan dibahas bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah dan Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh. Setelah itu dilanjutkan rapat teknis bersama madrasah yang ditetapkan sebagai percontohan.
*Dapat Dukungan Kemenag Banda Aceh*
Rencana ini mendapat dukungan Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag.
“Setiap kebijakan pendidikan butuh perencanaan matang dan kolaborasi semua pihak agar implementasinya optimal. Saya apresiasi langkah Pokjawas yang mulai membahas persiapan ini. Sinergi pengawas, madrasah, Seksi Pendidikan Madrasah, dan Kantor Kemenag jadi fondasi penting menghadirkan madrasah yang siap menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkap Salman.






