Jembatan Bailey di Ruas Jalan Lintas KKA Bener Meriah Resmi Difungsikan, Akses Masyarakat Kembali Lancar

Liputan07 | Redelong – Suasana penuh antusiasme mewarnai peresmian dan mulai difungsikannya Jembatan Bailey di ruas Jalan Lintas KKA, tepatnya di kawasan Desa Bintang Permata, Kabupaten Bener Meriah, Senin (10/8/2026). Kehadiran jembatan tersebut disambut gembira oleh masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang selama ini turut merasakan dampak terputusnya akses transportasi akibat bencana alam hidrometeorologi.

Jembatan Bailey yang telah rampung dibangun tersebut kini kembali menghubungkan jalur transportasi masyarakat di kawasan tersebut. Dengan berfungsinya jembatan, warga tidak lagi harus mengandalkan jalur alternatif yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh lebih lama untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Peresmian dan pengoperasian Jembatan Bailey turut dihadiri Danramil 05/Permata Kapten Inf Jan Suhardi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Bintang Permata.

Antusiasme masyarakat tampak jelas sejak berlangsungnya kegiatan peresmian. Sejumlah warga dan anak-anak sekolah hadir untuk menyaksikan secara langsung dibukanya kembali akses transportasi yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat setempat. Bagi warga, berfungsinya jembatan tersebut menjadi kabar baik setelah sebelumnya harus menghadapi keterbatasan akses akibat kerusakan dan terputusnya jalur transportasi.

Danramil 05/Permata Kapten Inf Jan Suhardi menyampaikan bahwa selesainya pembangunan Jembatan Bailey merupakan kabar menggembirakan bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini mengalami kendala dalam melakukan mobilitas akibat terputusnya akses di ruas Jalan Lintas KKA.

“Alhamdulillah, hari ini pembangunan Jembatan Bailey di Desa Bintang Permata sudah mencapai 100 persen dan aksesnya sudah dapat difungsikan oleh masyarakat,” ujar Kapten Inf Jan Suhardi.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa keberadaan jembatan sangat dibutuhkan. Sebelum jembatan selesai dibangun, warga harus menggunakan jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh sehingga membutuhkan tambahan waktu dan biaya dalam melakukan perjalanan.

Dengan kembali tersambungnya akses tersebut, masyarakat kini dapat menjalankan aktivitas dengan lebih mudah dan efisien. Anak-anak sekolah juga dapat kembali menggunakan jalur tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah tanpa harus menempuh perjalanan memutar melalui akses alternatif.

“Dengan kembali tersambungnya akses ini, masyarakat tidak lagi harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh. Mobilitas warga, termasuk aktivitas anak-anak sekolah, dapat kembali berjalan dengan lebih mudah dan lancar,” jelasnya.

Pos terkait