Liputan07 | Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memimpin langsung Sidang Pemilihan Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2026 tingkat Subpanpus Kodam Iskandar Muda. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Malahayati Lantai II, Markas Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (24/8/2026).
Sidang pemilihan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian penerimaan calon Bintara PK TNI AD. Proses tersebut dilaksanakan untuk menentukan calon prajurit terbaik melalui mekanisme seleksi yang objektif, transparan, akuntabel serta berpedoman pada persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.
Sebanyak 285 calon siswa mengikuti sidang pemilihan tingkat Subpanpus Kodam Iskandar Muda. Sebelumnya, seluruh peserta telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, antara lain pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi serta sejumlah tahapan penilaian lainnya.
Dalam sidang tersebut, Pangdam IM bersama panitia menelaah dan mengevaluasi hasil seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui para calon siswa. Setiap aspek penilaian menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan calon yang benar-benar memenuhi persyaratan dan dinilai layak mengikuti pendidikan Bintara TNI AD.
Pangdam IM menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi dan akuntabilitas. Seluruh calon harus diberikan kesempatan yang sama tanpa adanya intervensi, kepentingan pribadi maupun pengaruh dari pihak tertentu.
«“Proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif dan transparan. Pilih calon prajurit yang benar-benar memenuhi persyaratan, baik dari aspek kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi maupun aspek lainnya. Jangan sampai ada calon yang memenuhi syarat terabaikan, dan jangan pula ada calon yang tidak memenuhi syarat diluluskan,” tegas Pangdam IM.»
Lebih lanjut, Pangdam IM mengingatkan seluruh panitia agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tahapan seleksi. Menurutnya, penerimaan prajurit bukan sekadar proses untuk memenuhi kebutuhan personel, tetapi merupakan langkah awal dalam membentuk sumber daya manusia TNI AD yang akan mengemban tugas dan tanggung jawab negara di masa mendatang.
«“Yang kita cari bukan hanya calon prajurit yang memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memiliki mental, karakter, disiplin, integritas dan loyalitas yang baik. Karena mereka nantinya akan menjadi bagian dari TNI Angkatan Darat dan mengemban tugas negara,” lanjutnya.»






