Antusiasme Tinggi Warnai Muslimpreneur Talks 2026, IMMI UIN Ar-Raniry Perkuat Ekosistem Bisnis Islami

Liputan07 | Banda Aceh – Ikatan Mahasiswa Muslimpreneur Indonesia (IMMI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Muslimpreneur Talks dengan tema “Memberdayakan Pengusaha Muslim Muda Melalui Inovasi, Kepemimpinan, dan Kolaborasi” di Aula SBSN UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Aceh.

Ketua Panitia, Mulia Andika Putra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang hadir. Ia berharap seminar ini dapat memberikan wawasan, motivasi, serta dampak positif bagi seluruh peserta dan masyarakat dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.

Ketua Umum IMMI UIN Ar-Raniry, Wahyu Rahmad Alam, menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan ekonomi global menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, serta keberanian dalam mengambil peluang. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja.

“Semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini agar mahasiswa mampu menjadi penggerak ekonomi bagi diri sendiri maupun masyarakat luas. Namun, semangat tersebut harus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa IMMI hadir sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan diri bagi mahasiswa Muslim yang ingin menjadi pengusaha muda yang visioner dan berintegritas. Seminar Nasional Muslimpreneur Talks diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan kewirausahaan Islami di lingkungan kampus sekaligus membangun ekosistem bisnis yang berorientasi pada kebermanfaatan dan nilai-nilai syariah.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia dan kemampuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Beliau menyoroti pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang didukung oleh sistem big data. Menurutnya, teknologi tersebut akan membawa perubahan besar terhadap kebutuhan tenaga kerja di masa depan.

“Oleh karena itu, perusahaan dan berbagai institusi akan lebih banyak membutuhkan individu yang memiliki pemahaman, keterampilan, dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi AI,” ungkapnya.

Pada sesi materi pertama, Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. M. Yusuf Al Qardhawy, S.H., M.H., menekankan pentingnya menyeimbangkan kesuksesan duniawi dengan ketaatan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam bisnis harus dibarengi dengan pelaksanaan kewajiban agama, termasuk zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait