Babinsa Bersama Warga Cor Dinding Penahan Jembatan Gantung di Desa Buntul Kendawi Aceh Tenggara

Liputan07 | Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali terlihat dalam kegiatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan pengecoran dinding penahan Jembatan Gantung di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (08/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan sarana transportasi desa yang memiliki peranan penting sebagai akses penghubung antarwilayah. Kehadiran jembatan gantung nantinya diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, baik di bidang pendidikan, perekonomian, maupun sosial kemasyarakatan.

Sejak pagi hari, suasana penuh semangat sudah tampak di lokasi pembangunan. Babinsa bersama warga bahu-membahu mengerjakan pengecoran dinding penahan jembatan dengan penuh kekompakan. Warga terlihat antusias membantu seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari menyiapkan material bangunan, mengangkut pasir dan batu, mencampur semen, hingga melakukan proses pengecoran dan perataan beton.

Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung mencerminkan masih kuatnya nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Tidak ada perbedaan tugas maupun peran antara Babinsa dan warga. Semua bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab demi terwujudnya pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Babinsa Desa Buntul Kendawi, Serka Afrijal, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur desa membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar hasil yang dicapai dapat maksimal serta memberikan manfaat jangka panjang.

Menurutnya, dinding penahan jembatan memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kekuatan dan kestabilan konstruksi jembatan. Struktur tersebut berfungsi menopang tanah di sekitar pondasi agar tidak mudah longsor maupun mengalami pergeseran yang dapat mempengaruhi keamanan jembatan.

“Jembatan gantung ini nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat, sehingga pengerjaannya harus dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Kami bersama warga terus berupaya agar pembangunan berjalan lancar sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Serka Afrijal.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur yang baik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, membantu kelancaran distribusi hasil pertanian, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Pos terkait