Liputan07 | Kutacane – Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, Babinsa bersama masyarakat Desa Buah Pala melaksanakan kegiatan gotong royong pemasangan mal dan pengecoran tiang pylon tepi dekat Jembatan Gantung Perintis di Desa Buah Pala, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Babinsa terhadap pembangunan di wilayah binaan sekaligus wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Dalam kegiatan itu, Babinsa dan warga bahu-membahu mengerjakan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari menyiapkan material, memasang mal, hingga melaksanakan proses pengecoran tiang pylon jembatan.
Babinsa, Serda Hendri, mengatakan bahwa pekerjaan pemasangan mal dan pengecoran tiang pylon dilaksanakan secara bersama-sama dengan masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tahapan pekerjaan yang telah direncanakan.
“Melalui gotong royong, pekerjaan yang cukup berat dapat terasa lebih ringan karena dikerjakan secara bersama-sama. Selain membantu mempercepat pekerjaan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara Babinsa dengan masyarakat,” ujar Serda Hendri.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan di desa merupakan bagian dari upaya mendukung kepentingan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan warga. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi serta mendorong semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan yang menjadi kepentingan bersama.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Buah Pala dan sekitarnya, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas warga sehari-hari. Keberadaan jembatan juga diharapkan dapat membantu mempermudah akses masyarakat menuju wilayah perkebunan dan lahan pertanian yang menjadi bagian dari aktivitas perekonomian warga.
Serda Hendri mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di pedesaan. Menurutnya, semangat kebersamaan tidak hanya diperlukan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Kita berharap semangat kebersamaan ini terus dipertahankan. Masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, kebersihan lingkungan, serta saling membantu dalam setiap kegiatan yang membutuhkan kerja sama,” tambahnya.






