Liputan07 | Kota Jantho – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar Rusdi SSos MSi, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan legislatif, untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pembentukan karakter generasi penerus melalui berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Rusdi mengatakan, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat serta berakhlak mulia.
“Pembentukan karakter generasi penerus harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para legislatif, terus diberikan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MTQ yang terbukti menjadi wadah pembinaan generasi Qurani,” katanya, saat membuka MTQ Tingkat Kecamatan Kuta Baro Tahun 2026, di halaman Kantor Camat Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/6/2026) malam.
Menurut Rusdi, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama di era digital ini yakni dengan tingginya penggunaan teknologi dan telepon pintar yang berpotensi mengalihkan perhatian anak-anak dari kegiatan yang bernilai positif.
“Kita melihat kecenderungan generasi saat ini yang semakin akrab dengan smartphone. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar anak-anak kita tidak terlena, tetapi tetap dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Ia menegaskan, MTQ harus mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, melalui MTQ ini lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Bahkan kita berharap akan lahir qari dan qariah terbaik yang nantinya mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional,” ungkap Rusdi.
Pada kesempatan itu, Rusdi juga mengapresiasi berbagai program penguatan syariat Islam yang telah berjalan di Aceh Besar, seperti program Beut Kitab Bak Sikula dan kegiatan pengajian kitab bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun kantor kecamatan.
“Program-program seperti ini sangat penting untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rusdi mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah ada dua kecamatan yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah MTQ ke-37 Tingkat Kabupaten Aceh Besar tahun 2026, yakni Kecamatan Kuta Baro dan Kecamatan Kota Jantho. Sementara pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.






