Liputan07 | Pidie – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik di tengah masyarakat, tetapi juga berupaya mengubah cara berpikir dan meningkatkan kemampuan warga melalui pengetahuan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan pertanian, perkebunan dan peternakan yang digelar Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie bersama Dinas Pertanian Kabupaten Pidie. Kegiatan tersebut berlangsung di Meunasah Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Sabtu (8/8/2026).
Penyuluhan ini diikuti masyarakat, khususnya para petani dan warga yang menggantungkan perekonomiannya dari sektor pertanian, perkebunan maupun peternakan. Kegiatan menghadirkan langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, Hasballah, S.P., bersama tim penyuluh pertanian sebagai narasumber.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos.mengatakan, penyuluhan tersebut merupakan bagian penting dari sasaran nonfisik TMMD yang orientasinya tidak hanya menyelesaikan pembangunan selama program berlangsung, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi desanya secara mandiri.
“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan maupun rumah. Yang tidak kalah penting adalah membangun sumber daya manusia. Melalui penyuluhan ini, kami ingin masyarakat mendapatkan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu kunci dalam mendukung program pemerintah, khususnya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Karena itu, Satgas TMMD ke 129 Kodim 0102/Pidie menggandeng instansi teknis agar masyarakat memperoleh pengetahuan yang benar dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Masyarakat dapat menerapkannya di lahan masing-masing, sehingga hasil pertanian meningkat dan pada akhirnya berdampak terhadap kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Hasballah, S.P., menegaskan penyuluhan tersebut memiliki nilai strategis karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pengelolaan usaha tani yang lebih efektif, efisien dan berorientasi pada peningkatan hasil.
“Penyuluhan seperti ini sangat penting karena petani tidak cukup hanya memiliki lahan. Mereka juga membutuhkan pengetahuan dan teknologi untuk mengelola lahan secara tepat, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan dan perawatan tanaman, pengendalian hama hingga pengelolaan ternak,” kata Hasballah.






