Dukungan Bupati dan Ketua DPRK Makin Tegas
Sebelumnya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris telah menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan DOB Aceh Raya. Ia juga meminta panitia dan seluruh elemen masyarakat memperkuat konsolidasi serta mempersiapkan berbagai kebutuhan pemekaran.
Bupati menilai pemekaran Aceh Raya memiliki dasar yang kuat, antara lain untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat mengingat luasnya wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Dukungan tersebut semakin bermakna dengan hadirnya Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti SIKom dalam rangkaian perjuangan tersebut. Keterlibatan unsur eksekutif dan legislatif sekaligus dinilai memperlihatkan adanya sinergi daerah dalam mengawal aspirasi pembentukan Aceh Raya.
Helmi menyebut sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tahapan berikutnya “Pesannya jelas, Aceh Raya harus siap. Pemerintah daerah sudah menyatakan dukungan, DPRK juga ikut mengawal, panitia terus bekerja, dan masyarakat tetap konsisten memperjuangkan aspirasi ini. Tinggal bagaimana seluruh kekuatan tersebut kita satukan untuk mengawal proses sampai tuntas,” ujarnya.
Dari Aspirasi Menuju Daerah Otonomi Baru
Kabupaten Aceh Raya diusulkan mencakup tujuh kecamatan, yakni Lhoong, Leupung, Lhoknga, Peukan Bada, Pulo Aceh, Darul Imarah dan Darul Kamal.
Panitia menilai pembentukan Aceh Raya diharapkan dapat memperpendek jarak pelayanan pemerintahan, mempercepat pembangunan, meningkatkan pemerataan pembangunan serta membuka ruang yang lebih besar bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Menurut Helmi, perjalanan panjang sejak 1999 menunjukkan bahwa aspirasi Aceh Raya memiliki basis perjuangan yang terus dipelihara lintas generasi.
“Kalau kita melihat perjalanan dari 1999 sampai hari ini, perjuangan ini sudah melewati waktu yang sangat panjang. Sekarang kita berada pada fase untuk mempersiapkan diri menyambut peluang pembentukan DOB. Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak dan kesiapan yang terus diperkuat, cita-cita lahirnya Kabupaten Aceh Raya semakin mendekati kenyataan,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Aceh Raya untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh perbedaan kepentingan.
“Yang kita perjuangkan adalah masa depan daerah. Mari kita satukan langkah, karena tujuan akhirnya adalah lahirnya Kabupaten Aceh Raya sebagai daerah otonomi baru yang mampu memberikan pelayanan lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata kepada masyarakat,” pungkas Helmi.
Dengan semakin kuatnya dukungan pemerintah daerah, legislatif, panitia dan masyarakat, perjuangan Aceh Raya kini terus diarahkan untuk memasuki tahapan penentuan ketika pemerintah membuka kembali ruang pembentukan daerah otonomi baru()






