Cegah Kegaduhan, Pemerintah Aceh Minta Pertamina Perbaiki Pelayanan SPBU

Saat sidak di SPBU Jeulingke dan SPBU Lambhuk, ditemukan beberapa kendaraan yang menunjukkan QR Barcode Subsidi Tepat Guna yang tidak sesuai dengan nomor polisi. Sedangkan di SPBU Lambhuk ditemukan keanehan, ketika petugas sampai ke SPBU malah banyak kendaraan kocar-kacir keluar dari antrean.

Sebelumnya, pada 22 Juli 2026, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sudah menyurati Kepala BPH Migas meminta penambahan quota BBM bersubsidi untuk Aceh. Dalam surat bernomor: 500.10/8664 tersebut, Gubernur menyebutkan kebutuhan tambahan quota itu juga agar tak menjadi kendala dalam menangani pemulihan bencana hidrometeorologi.

Peningkatan Layanan SPBU di Aceh

1. Penambahan jam distribusi mobil tangki BBM subsidi dan penambahan distribusi pada hari Sabtu dan Minggu.

2. Penyesuian jenis dan bobot mobil tangki BBM Subsidi ke wilayah yang masih belum bisa diakses jalan dan jembatan secara normal.

3. Melakukan optimalisasi pelayanan di SPBU dengan penambahan petugas layanan di setiap dispenser dan pengaturan antrean BBM agar tidak menggaggu akses masyrakat ke fasilitas umum atau pertokoan disekitar SPBU.

4. Ada petugas khusus di jalur antrean yang memeriksa QR Code sebelum kendaraan tiba di pompa. Saat kendaraan sampai di dispenser, proses pengisian dapat langsung dilakukan. Saat ini, pemeriksaan dilakukan ketika kendaraan sudah berada di dispenser.

5. Ditetapkan SOP atau Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan pengisian BBM bersubsidi di SPBU berapa target waktu pelayanan (service time) setiap kendaraan.

6. Penambahan Petugas pada Jam Sibuk, Misalnya pukul: 06.00–09.00, 11.00–13.00, 16.00–19.00.

7. Jalur Khusus Kendaraan Prioritas Misalnya: roda dua, ambulans, kendaraan pelayanan publik supaya tidak bercampur dengan kendaraan besar.

8. Pengaturan pengisian berdasarkan slot waktu atau jadwal pengisian untuk kendaraan tertentu seperti truk angkutan barang, kendaraan proyek.

Pos terkait