Ecoprint Sabang: Usaha Rumahan yang Berwawasan Lingkungan dan Berpotensi Ekspor

Liputan07 | Ecoprint Sabang adalah salah satu contoh usaha rumahan (UMKM) yang berkembang pesat di Kota Sabang. Didirikan pada tahun 2021, usaha ini telah menjadi populer dan menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah tersebut. Ecoprint Sabang memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

– Ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami

– Menghadirkan nilai estetika tinggi dengan motif-motif unik

– Mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan masyarakat.

Inisiatif ini dimulai sejak tahun 2021 dan banyak digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha Wanita, usaha yang dirintis saat wabah pandemi covid 19 melanda di Indonesia, dan pada tahun 2023 membentuk komunitas ecoprint yang mewadahi sekitar 20 orang pengrajin ecoprint, dan masing masing pengrajin sudah memiliki brand sendiri, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sabang Erna Vivilinda kepada awak media. Rabu (5/11/2025).

*Dukungan dari Bank Indonesia*

Lanjutnya, Keberhasilan Ecoprint Sabang tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh yang memberikan bantuan peralatan produksi modern. Bantuan ini meliputi kukusan besar berkapasitas 25 kain, kompor industri, dan peralatan pewarnaan yang mempercepat proses produksi.

*Proses Pembuatan Ecoprint Sabang*

Kemudian Proses pembuatan Ecoprint Sabang melibatkan beberapa tahap, mulai dari pengumpulan bahan-bahan alami, pencucian, hingga proses pencetakan pada kain. Setiap produk Ecoprint Sabang memiliki keunikan tersendiri, sehingga membuatnya menjadi produk yang eksklusif dan bernilai tinggi.

*Harga dan Pemasaran*

Ditambahkannya, Produk Ecoprint Sabang dijual dengan harga mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per item. Produk-produk tersebut kini bisa ditemukan di beberapa lokasi wisata seperti Mata Ie Resort, Taman Wisata Putro Ijo, serta dipasarkan melalui platform daring dan media sosial.

*Harapan untuk Masa Depan*

Meski telah berkembang pesat, para pengrajin Ecoprint Sabang masih menghadapi tantangan dalam hal permodalan dan perluasan pasar. Namun, semangat para perempuan pengrajin ini tidak surut. Mereka berharap Ecoprint Sabang dapat menjadi ikon baru oleh-oleh Sabang produk lokal yang ramah lingkungan dan berkelas internasional.

“Harapan kami, Ecoprint bisa menjadi ikon baru oleh-oleh Sabang produk lokal yang ramah lingkungan dan berkelas internasional,” katanya berharap.

 

Pos terkait