Gerak Cepat, Ketua DPRK Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT

Ia didiagnosa mengidap gangguan saraf yang diduga berkaitan dengan kekerasan yang dialaminya.

“Sebenarnya saya menelpon polisi bukan karena lapar, tapi karena suami mau datang ke sini (ada ketakutan). Tapi memang kemarin saya sedang lapar juga, belum sempat-sempat masak, karena baru keluar dari rumah sakit,” ujar Wardiah bercerita kepada hadapan Irwansyah.

Ia mengaku saat itu kondisinya sedang gamang dan kalut, tidak tahu kemana harus mengadu, sehingga ia pun berpikir menelepon polisi.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak kepolisian turut membawa makanan untuk membantu keluarga tersebut.

Irwansyah menegaskan, bahwa kondisi itu bukan kelaparan berkepanjangan, yang dalam arti tidak memiliki akses makanan, melainkan belum makan karena belum sempat masak pada hari tersebut, terutama setelah kembali dari rumah sakit dan dalam kondisi ketakutan.

“Ia menelpon call centre polisi untuk mendapatkan perlindungan, dan saat didatangi londisinya memang sedang lapar, tapi bukan kelaparan berkepanjangan,” tambahnya.

Menurut Irwansyah, secara sosial dan historis, kecil kemungkinan terjadi kelaparan di tengah permukiman warga di Aceh. Hal ini karena kuatnya nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial masyarakat yang masih terjaga. Namun, ia juga mengajak warga meningkatkan kepedulian sesama.

“Masyarakat kita ini kepeduliannya sangat tinggi, makanya saya syok juga saat dikabarkan ada yang kelaparan. Warga kita ini nila-nilai keislamannya kuat, rasa peduli tinggi, mereka juga bakal malu kalau ada tetangganya yang lapar,” beber Irwansyah.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Wardiah tercatat memiliki KTP Aceh Jaya. Tapi ia kerap berpindah-pindah tempat tinggal tanpa melapor, sehingga keberadaannya tidak terdata dengan baik oleh aparat desa setempat.

Karena itu, ia meminta perangkat gampong untuk segera melakukan pendataan dan memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.

Sebagai langkah selanjutnya, Irwansyah menekankan pentingnya solusi jangka panjang. Ia meminta dinas terkait dan perangkat gampong untuk mencarikan akses bantuan. Karena saat ini bantuan tersedia di dinas sosial maupun Baitul Mal, agar kebutuhan Wardiah dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Namun, kalam kunjungannya kemarin, ia juga membawa bantuan berupa beras, sembako hingga lauk untuk memenuhi kebutuhan Wardiah dan anaknya dalam waktu dekat.

“Nah selanjutnya kendala administrasi harus kita cari solusi, ini kan banyak peluang bantuan jangka panjang, ada dari Dinas Sosial maupun Baitul Mal. Tapi ini untuk satu bulan ini, insyaAllah yang saya bawa tadi sudah cukup, selanjutnya kita cari solusi ini,” ujarnya.

Pos terkait