Gubernur Mualem Ajak Kagama Bersinergi Membangun Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menghadiri serta menyampaikan sambutan pada Pelantikan Pengurus KAGAMA Aceh Periode 2025–2030 yang dilantik oleh Wamenkomdigi (Sekjen PP KAGAMA) Nezar Patria di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (6/9/2025). Foto: Ist.

Dalam sambutannya, Wamen juga memfokuskan pada sektor Pendidikan, kesehatan dan memperkuat daya saing Aceh, khususnya pemberdayaan sektor UMKM.

“Aceh sehat, terutama upaya pencegahan dan penanganan stunting, sektor pendidikan dan Aceh Berdaya secara ekonomi dengan penguatan sektor UMKM. Dengan potensi Aceh yang luar biasa, meski banyak ironi dan kontradiksi, namun dengan kebersamaan kita akan mampu membawa Aceh menjadi lebih baik lagi,” ucap Nezar.

“Kita harus segera berubah agar tidak selalu bertumpu pada APBA. Menurunkan angka kemiskinan dari 12,33 persen ke angka 7 persen, mungkin ini terlihat ambisius, namun sesuai pesan Presiden Pertama RI Soekarno, ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jikapun jatuh, maka kau akan jatuh di antara bintang-bintang’” kata Nezar.

“Mari, jaga kekompakan dan jadikan target ini sebagai cambukan penyemangat. Insya Allah, dengan kebersamaan dan kekompakan, Aceh bisa, lebih makmur, lebih dahsyat dan lebih hebat di masa mendatang,” pungkas Wamen Komdigi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, selaku Ketua Pengurus Daerah Kagama Aceh, dalam sambutannya mengajak para pengurus Kagama Aceh untuk bisa berkontribusi taktis dengan Pemerintah Aceh.

“Sesuai harapan Pak Gubernur dalam sambutan beliau tadi, yaitu agar Kagama turut berkontribusi bagi pembangunan Aceh. Mari kita bergandengan tangan, berkontribusi taktis dengan Pemerintah Aceh, khususnya dalam mengupayakan agar Aceh keluar dari status daerah miskin,”

“Saat ini, kemiskinan Aceh berdasarkan data BPS sebesar 12,33 persen atau sekitar 700 ribuan masyarakat kita dianggap miskin oleh BPS. Dengan segala metodologinya, maka kita tidak perlu membantah data ini. Tapi yang harus kita lakukan adalah merumuskan langkah dan memastikan program pembangunan yang telah dan akan dirumuskan bertujuan untuk mengurangi angka tersebut setiap bulan, setiap tahunnya,” kata M Nasir.

“Untuk itu, kepakaran dan keahlian seluruh anggota Kagama harus memberi sumbangsih bagi berbagai program pembangunan Pemerintah Aceh. Saat ini, kita sudah mampu menurunkan jumlah penduduk miskin hingga 14 ribuan. Ini tentu menjadi sebuah langkah positif yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Mualem-Dek Fadh di awal masa pemerintahannya,” sambung Sekda.

Sekda menambahkan, sesuai target Presiden Prabowo dalam RPJMN, pada 2029 angka kemiskinan Aceh ditargetkan berada di angka 6 hingga 7 persen dan pertumbuhan ekonomi di angka 6,44.

“Target Presiden tersebut telah kita masukkan juga dalam RPJMA. Meski banyak kalangan menganggap ini sebagai program yang terlalu ambisius dan tidak mungkin, namun kita harus terus bergerak dan berbuat sebaik-baiknya. Di sinilah Kagama harus mengambil peran dan terlibat aktif agar angka kemiskinan Aceh turun serta menggerek pertumbuhan ekonomi kita,” imbau Sekda.

Pos terkait