Pada Rabu (19/8/2026), Polri kembali mengirimkan 1,44 ton logistik menggunakan pesawat CN-295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Bantuan tersebut terdiri atas 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 unit kasur lipat seberat 420 kilogram.
Selain itu, Helikopter Bell 429 registrasi P-3202 juga mendistribusikan sekitar 100 kilogram bantuan logistik dari Labuan Bajo menuju Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut terdiri atas mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta perlengkapan lainnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan personel di wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, bantuan yang dikirimkan Polri berasal dari Mabes Polri dan jajaran kewilayahan. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, kasur, selimut, perlengkapan bayi, sarana komunikasi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Selain bantuan logistik, Polri juga telah mengirimkan sebanyak 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut diperkuat dengan kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.
Khusus pada kegiatan Selasa (18/8/2026), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Polri terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.
Memasuki hari keenam pascagempa, Brimob terus bergerak, personel Polri terus melayani, dan bantuan logistik terus dikirim menuju wilayah terdampak. Sejak awal bencana hingga hari ini, Polri konsisten hadir untuk membantu, melindungi, dan memastikan masyarakat terdampak gempa di NTT tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.






