Hari Ketujuh, TNI dan Tim Gabungan Terus Kendalikan Karhutla di Ujung Mangki

Liputan07 | Aceh Selatan – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, terus dilakukan oleh personel TNI bersama tim gabungan. Memasuki hari ketujuh, Kamis (3/9/2026), petugas masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan titik api sekaligus memastikan bara yang berada di bawah permukaan lahan, khususnya pada area gambut, benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Karhutla yang telah berlangsung selama sepekan tersebut diperkirakan membakar sekitar 12 hektare lahan. Hingga hari ketujuh penanganan, sekitar 25 persen area terdampak telah berhasil dikendalikan. Namun, upaya pemadaman masih terus dilakukan karena sejumlah titik masih ditemukan mengeluarkan asap.

Kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meskipun api di permukaan terlihat telah padam, bara dapat tetap bertahan di bawah lapisan tanah dan sewaktu-waktu kembali menyala apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.

Sejak pagi, personel gabungan melakukan penyisiran di seluruh area terdampak. Petugas juga melakukan penyekatan pada jalur yang berpotensi menjadi lintasan api, sekaligus melaksanakan pemadaman dan pendinginan terhadap titik-titik yang masih menunjukkan adanya asap.

Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan membutuhkan ketelitian. Petugas harus memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa di bawah permukaan karena dapat menjadi sumber munculnya api baru dan berpotensi menjalar ke area lain, terutama apabila kondisi cuaca kembali panas dan kering.

Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis mengatakan, penanganan karhutla di wilayah Bakongan telah memasuki hari ketujuh. TNI bersama instansi terkait masih memprioritaskan pengendalian titik api, penyekatan jalur kebakaran, serta pemadaman dan pendinginan pada lokasi yang masih menunjukkan tanda-tanda adanya bara.

“Penanganan sudah memasuki hari ketujuh. Saat ini TNI bersama instansi terkait terus fokus melakukan penyekatan api dan pemadaman pada titik-titik sumber yang masih mengeluarkan asap,” ujar Dandim.

Menurutnya, kondisi medan yang cukup sulit membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati. Personel tidak hanya berupaya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan area sekitarnya tidak menyimpan bara yang berpotensi menjadi sumber kebakaran baru.

Dandim menyampaikan, kondisi cuaca di kawasan Bakongan pada Kamis mulai terlihat mendung. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu proses penanganan karena hujan akan sangat bermanfaat untuk membasahi sekaligus mendinginkan lahan yang terbakar.

Pos terkait