Liputan07 | Banda Aceh – Dekranasda kabupaten/kota harus berperan aktif dalam upaya pembinaan perajin di daerah. Selain itu, upaya mendorong digitalisasi juga penting agar pasar jadi lebih luas.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dekranasda Aceh Marlina Muzakir, dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Dekranasda se-Aceh, di Ballroom Hermes Palace Hotel, Sabtu (8/11/2025).
“Masih banyak perajin, pelaku UMKM yang belum tersentuh bantuan dan pembinaan dari Dekranasda. Ini tentu menjadi tugas besar kita. Karena itu, Ibu-ibu Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota harus turun ke sentra-sentra kerajinan masyarakat, bina perajin kita agar produk mereka semakin baik dan mampu bersaing,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.
“Selain itu, pemasaran di dunia daring juga harus terus kita dorong, agar produk-produk perajin kita lebih dikenal luas. Produk perajin kita kaya akan motif, ini menjadi salah satu keunggulan yang harus kita tonjolkan di pasar daring.Daerah lain sudah maju, masa Aceh masih tertinggal. Jadi mari kita bekerja bersama dalam upaya memajukan para perajin.” sambung Kak Na.
Kak Na menambahkan, untuk mempromosikan berbagai motif khas yang dimiliki Aceh, pada kegiatan ini juga akan digelar peragaan busana yang akan dipamerkan langsung oleh para Ketua Dekranasda Kabupaten dan Kota.
“Karena itu, pada peragaan busana ini, kita ingin menyampaikan kepada teman-teman di nusantara bahwa kerajinan Aceh kayanya motif, bahwa motif Aceh bukan hanya Pintoe Aceh dan Pucok Reubong,” ucap Kak Na.
Rakor Dekranasda Aceh tahun ini mengusung tema ‘Peran Dekranasda Aceh dalam Rangka Memakmurkan Perajin’. Semangat ini diejawantahkan oleh Dekranasda dengan Menggelar Kriya Dekranasda di lokasi berbeda. Jika biasanya digelar di Anjong Mon Mata, kali ini digelar di UMKM Center Bank Aceh.
“Selama ini, pameran Dekranasda dibuat di Anjong Mon Mata, terlalu kecil pasarnya karena yang melihat dan berbelanja hanya antar para peserta. Karena itu, saya sampaikan kepada Kadis Perindustrian dan Perdagangan sekaku Ketua Harian Dekranasda kali ini harus beda, pamerannya harus bisa dilihat oleh masyarakat luas,” ungkap Kak Na.
“Berangkat dari semangat memakmurkan perajin, maka kali ini Pameran Kriya Dekranasda kita lakukan di UMKM Center Bank Aceh, di kawasan Lampineung, lokasinya sangat terbuka dan sudah familiar karena selama ini rutin menggelar Pasar Tani. Kita berharap akan lebih banyak masyarakat yang datang, melihat dan membeli produk-produk UMKM binaan Dekranasda.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Aceh juga memberi apresiasi kepada tiga Dekranasda kabupaten yang aktif mempromosikan kegiatan pembinaan kepada masyarakat di media sosial.






