Kodim 0103/Aut Renovasi Rumah Guru Ngaji di Aceh Utara, Miliki Hunian Layak Mulai Terwujud

Liputan07 | Aceh Utara – Harapan Katratunida (28), seorang guru ngaji di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, untuk memiliki rumah yang lebih layak dan nyaman bagi keluarganya akhirnya mulai menemukan titik terang. Rumah sederhana yang selama ini ditempatinya bersama suami, Khairudin (35), dan kedua anak mereka akan direnovasi secara total oleh prajurit TNI bersama masyarakat.

Proses renovasi diawali dengan pembongkaran rumah yang dilaksanakan personel Koramil 02/Kuta Makmur, Kodim 0103/Aceh Utara, bersama masyarakat dan unsur Muspika Kecamatan Kuta Makmur, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TNI Angkatan Darat sekaligus tindak lanjut dari arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran. Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang memiliki keterbatasan ekonomi dan menempati rumah dengan kondisi yang sudah tidak memadai.

Rumah milik Katratunida menjadi salah satu sasaran perhatian karena kondisinya cukup memprihatinkan. Dinding rumah yang ditempati bersama suami dan kedua anaknya sudah mulai rapuh dan pada beberapa bagian harus ditambal agar tetap dapat digunakan. Sementara itu, bagian atap yang masih menggunakan daun rumbia juga telah mengalami banyak kebocoran sehingga tidak memberikan perlindungan secara maksimal ketika hujan turun.

Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga Katratunida. Keterbatasan ekonomi membuat keinginannya untuk memperbaiki rumah belum dapat diwujudkan secara mandiri. Meski demikian, kondisi tempat tinggal yang serba terbatas tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan mengajar ilmu agama.

Selama kurang lebih lima tahun, Katratunida telah mengabdikan dirinya sebagai guru ngaji di Gampong Saweuk. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, ia mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak di lingkungan sekitar, mulai dari membaca Iqra dan Al-Qur’an hingga mempelajari kitab.

Saat ini, sekitar 35 santri mengikuti kegiatan pengajian yang diasuh Katratunida. Para santri tersebut berasal dari berbagai tingkatan usia, mulai dari anak-anak tingkat TK hingga SMP. Kegiatan mengaji dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya memberikan pendidikan agama sekaligus membentuk karakter generasi muda di lingkungan Gampong Saweuk.

Yang menjadi perhatian, Katratunida tidak menetapkan biaya khusus kepada para santrinya. Kegiatan mengaji dijalankannya secara ikhlas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sesekali, sejumlah orang tua santri memberikan santunan secara sukarela sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pengabdian yang selama ini dilakukannya.

Pos terkait