Liputan07 | Aceh Selatan – Upaya TNI AD melalui Satuan Tugas (Satgas) pembangunan Jembatan Aramco di wilayah Kodim 0107/Aceh Selatan kembali membuahkan hasil. Satu unit Jembatan Aramco yang dibangun di Desa Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, berhasil dirampungkan dan kini siap dimanfaatkan oleh masyarakat, Senin (18/5/2026).
Rampungnya pembangunan jembatan tersebut disambut penuh rasa syukur dan haru oleh masyarakat setempat. Selama bertahun-tahun, warga menghadapi berbagai kesulitan akibat kondisi jembatan lama yang rusak dan tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan tiba. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Kini, berdirinya Jembatan Aramco yang kokoh menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Kapa Seusak dan desa-desa sekitarnya. Jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses vital yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Pembangunan Jembatan Aramco tersebut merupakan bagian dari program TNI AD melalui Kodim 0107/Aceh Selatan dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Program tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi yang aman dan layak.
Koordinator lapangan pembangunan Jembatan Aramco wilayah Kodim 0107/Aceh Selatan, Kapten Inf Faisal Kurniawan, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras personel Satgas bersama masyarakat yang terus bergotong royong selama proses pengerjaan berlangsung.
“Alhamdulillah, satu lagi jembatan berhasil kita rampungkan. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD untuk membantu kesulitan masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan layak digunakan,” ujar Kapten Inf Faisal Kurniawan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong. Mulai dari tahap persiapan lahan, penimbunan, pemasangan konstruksi jembatan hingga tahap penyelesaian akhir dilakukan secara bersama-sama antara personel Satgas TNI AD dan masyarakat setempat.
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama yang mempercepat penyelesaian pembangunan. Selain membantu secara tenaga, keterlibatan masyarakat juga semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat.






