Kodim 0108/Aceh Tenggara Bersama Warga Timbun Pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Uning Abadi

Liputan07 | Aceh Tenggara – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat. Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan gotong royong penimbunan pondasi tiang Jembatan Gantung Perintis di Desa Uning Abadi, Kec. Darul Hasanah, Jumat 3/7/2026.

Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam pembangunan jembatan yang nantinya menjadi sarana penghubung utama warga. Kehadiran jembatan diharapkan mempermudah akses transportasi yang aman dan efisien, serta mendorong aktivitas sosial dan pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Sejak pagi, Babinsa dan warga bahu-membahu mengangkut material timbunan, mengisi pondasi tiang, hingga meratakan tanah agar konstruksi memiliki daya dukung kuat. Meski dikerjakan manual, kekompakan dan kekeluargaan membuat pekerjaan berjalan cepat.

Babinsa Desa Uning Abadi, Serma Zulkifli, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI adalah bagian dari pembinaan teritorial dan bentuk kepedulian nyata terhadap pembangunan di wilayah binaan.

“Gotong royong bukan hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan. Keberhasilan pembangunan butuh partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Serma Zulkifli.

Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah wujud pengabdian TNI. Dengan komunikasi yang harmonis antara warga, pemerintah desa, dan aparat, diharapkan tercipta situasi aman dan kondusif untuk mendukung kelancaran pembangunan.

Masyarakat Uning Abadi mengapresiasi peran Babinsa yang tidak hanya memberi motivasi, tapi juga turun langsung bekerja bersama. Kehadiran TNI disebut menjadi penyemangat sehingga pekerjaan berat terasa lebih ringan.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini ditargetkan segera rampung. Jika sudah selesai, jembatan akan memperlancar mobilitas warga serta berdampak positif pada akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, dan pertumbuhan ekonomi di Kec. Darul Hasanah.

Melalui gotong royong ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan semakin kokoh. Semangat kebersamaan menjadi modal utama mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Pos terkait