Kodim 0116/Nagan Raya dan YTP 856 Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Penghubung Blang Puuk-Blang Meurandeh

Liputan07 | Nagan Raya – Prajurit Kodim 0116/Nagan Raya (Nara) bersama personel YTP 856 terus mempercepat pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Blang Puuk dengan Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Jumat 26 Juni 2026.

Pembangunan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan warga di wilayah pedalaman. Jembatan diharapkan membuka akses transportasi yang lebih aman, cepat, dan efisien, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berjalan lebih lancar.

Sejak awal pengerjaan, personel Kodim 0116/Nara dan YTP 856 bekerja bertahap dan terencana. Proses meliputi persiapan lokasi, pembangunan pondasi, pemasangan struktur utama, hingga penyelesaian komponen konstruksi. Seluruh tahapan mengutamakan ketelitian, kualitas material, dan standar keselamatan kerja agar menghasilkan jembatan yang kokoh dan memiliki usia pakai panjang.

Semangat gotong royong terlihat jelas di lapangan. Prajurit TNI bekerja berdampingan dengan warga dalam suasana kekeluargaan. Kolaborasi itu menjadi cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jembatan ini sangat dinantikan warga Blang Puuk dan Blang Meurandeh. Selama ini masyarakat harus menempuh jalur jauh dengan risiko tinggi, terutama saat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Kondisi itu menyulitkan mobilitas, menambah biaya transportasi, dan memperlama waktu tempuh.

Dengan adanya jembatan gantung, petani dan pekebun dapat mengangkut komoditas seperti kelapa sawit dan karet lebih cepat dan efisien. Distribusi hasil produksi ke pusat pemasaran juga diharapkan lebih lancar sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan pendapatan warga.

Manfaat jembatan tidak hanya di sektor ekonomi. Akses pelajar ke sekolah, masyarakat ke fasilitas kesehatan, kegiatan perdagangan, hingga hubungan sosial antarwarga juga akan lebih mudah dengan tersedianya sarana transportasi memadai.

Apresiasi datang dari masyarakat. Warga menilai keterlibatan TNI tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga memotivasi masyarakat menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan membangun desa.

“Melalui sinergi TNI, masyarakat, dan seluruh pihak, pembangunan ini menjadi bukti nyata kebersamaan untuk kepentingan bersama. Semangat gotong royong menjadi modal penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar warga setempat.

Kodim 0116/Nara menegaskan komitmennya hadir di tengah masyarakat untuk membantu kesulitan dan mendukung percepatan pembangunan wilayah. Pengabdian itu merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD yang berperan aktif meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pos terkait