“Saya lahir dan besar di Alue Udeng. Di masa sulit, saya ikut berjuang bersama kawan-kawan untuk Aceh yang lebih baik. Hari ini, perjuangan itu belum selesai, hanya caranya yang berbeda. Dengan izin Allah dan dukungan masyarakat, saya akan melanjutkan perjuangan itu, bukan dengan peluru, tapi dengan program kerja nyata, pembangunan, dan kebersamaan,” tegas Isfandi, disambut tepuk tangan warga.
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lahir dari kegelisahan terhadap ketidakadilan dan keinginan besar untuk memperjuangkan harkat dan martabat rakyat Aceh. Masa-masa konflik yang berkecamuk selama puluhan tahun menjadi catatan kelam yang juga membentuk keteguhan dan karakter generasi muda seperti Isfandi.
Kini, setelah damai ditegakkan melalui MoU Helsinki tahun 2005, banyak mantan pejuang yang beralih haluan menjadi motor penggerak pembangunan di kampung halaman mereka. Isfandi adalah salah satu contohnya.
Jejak perjuangannya di masa lalu menjadi bekal moral untuk mengabdi hari ini. Ia paham bahwa membangun gampong bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal menjaga persatuan, memulihkan ekonomi, dan memastikan generasi muda tumbuh dalam damai.
Dengan kepemimpinan baru di tangan Isfandi, masyarakat Gampong Alue Udeueng menaruh harapan besar agar semangat perjuangan yang dulu lahir untuk kebaikan Aceh, kini benar-benar terwujud dalam bentuk nyata, kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bagi seluruh warga.
Pantauan Wartawan, Pemilihan Geuchik Gampong Alue Udeueng Yang Di Mulai Dari Pukul.08.00 Wib S/D Selesai Berjalan Lancar Dan Sukses.
HENDRI






