Bagi Ny. Ema Mutiara Deka, mengikuti Persit Bisa bukan sekadar menghadiri pameran UMKM, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dalam melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Ia berharap karya kasab Aceh dapat terus diminati generasi muda dan memiliki nilai ekonomi yang mampu membantu kesejahteraan masyarakat.
Melalui Mutiara Kasab, ia membuktikan bahwa perempuan Persit mampu menjalankan banyak peran sekaligus — mendampingi suami, melestarikan budaya, memberdayakan lingkungan, dan menggerakkan ekonomi kreatif.
Dari Desa Kuala Bubon, Aceh Barat, benang-benang kasab yang disulam dengan penuh ketekunan kini siap dibawa ke panggung nasional melalui ajang Persit Bisa 2026, membawa semangat budaya Aceh yang tetap hidup, indah, dan membanggakan.






