Acara peresmian ditandai secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Dansatgas dan Kepala Desa Rabat Talateen, disaksikan oleh para undangan dan warga yang hadir. Warga setempat mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan dan perhatian Satgas TNI. Mereka menilai kehadiran Kontingen Garuda bukan hanya membawa rasa aman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan yang masih dihadapi Pasca Konflik.
Proyek ini menjadi salah satu wujud implementasi dari butir ke-8 Wajib TNI, yakni “Menjadi contoh dan mempelopori Usaha- Usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.” Hal tersebut sejalan dengan Visi dan Misi Kodam Iskandar Muda dalam memperkuat peran prajurit sebagai agen perdamaian dan pembangun kesejahteraan di masa damai.
Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan inisiatif Satgas dalam melaksanakan misi kemanusiaan dan perdamaian di Lebanon.
“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Satgas Yonmek Kontingen Garuda XXIII-S. Ini adalah wujud nyata dari semangat pengabdian TNI yang tidak hanya menjunjung tinggi profesionalisme, tetapi juga menjadikan kepedulian terhadap sesama sebagai pijakan dalam setiap tugas,” ujar Mayjen TNI Niko Fahrizal.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program seperti ini menjadi bukti bahwa diplomasi kemanusiaan bisa berjalan berdampingan dengan tugas militer dalam misi PBB.
“Melalui pendekatan yang humanis dan konstruktif, kita bisa membangun kepercayaan serta memperkuat hubungan antarbangsa. Inilah wajah prajurit Kodam Iskandar Muda: militan dalam perang, dan bermanfaat dalam damai,” tambah Pangdam.
Ia juga menegaskan bahwa Kodam Iskandar Muda senantiasa berkomitmen menjalankan Pembinaan Teritorial, baik di dalam maipun luar negeri.
Sesuai dengan motto kami selama ini, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak,” tutup Pangdam IM.






