Ketiga, menjalani kehidupan sebagai prajurit dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, serta selalu menjunjung tinggi hukum dan etika dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi TNI AD. Keempat, mengutamakan faktor keamanan dalam setiap pelaksanaan tugas, baik keamanan personel maupun materiil. Kelima, senantiasa mengawali dan mengakhiri setiap kegiatan dengan doa sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Di akhir amanatnya, Pangdam IM berharap agar seluruh prajurit yang baru dilantik dapat menjadi sosok prajurit yang profesional, tangguh, dan dicintai rakyat, serta mampu memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upacara penutupan ini menjadi momentum penting bagi para Bintara remaja sebagai awal perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus menegaskan komitmen TNI AD dalam mencetak prajurit yang berkualitas, berintegritas, dan siap menjalankan setiap tugas yang diamanahkan.
Dengan berakhirnya pendidikan ini, para prajurit Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 diharapkan mampu mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi tinggi, serta loyalitas kepada bangsa dan negara.






