Pangdam IM Resmi Tutup TMMD ke-125

Pangdam IM mengingatkan bahwa tantangan pembangunan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika ekonomi, serta perubahan sosial dan budaya. Menurutnya, pembangunan yang kokoh harus dimulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten dan kota. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui sinergi, saling membantu, dan saling menguatkan antarwarga bangsa.

Di hadapan para hadirin, Pangdam juga berpesan agar semangat kebersamaan yang telah terjalin selama TMMD terus dipertahankan. Ia menilai kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan utama yang mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sebagai Penanggung Jawab Keberhasilan Operasi, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat desa yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Keberhasilan TMMD di Aceh Tenggara tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Ibu Azizah, warga Desa Rikit Bur Dua, Kecamatan Bukit Tusam, salah seorang penerima manfaat program rehabilitasi rumah tidak layak huni, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa rumahnya yang sebelumnya sudah lapuk dan sering bocor saat hujan kini jauh lebih layak dihuni. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu, seraya berharap agar program TMMD terus berlanjut demi membantu masyarakat kurang mampu di pelosok Aceh Tenggara.

Senada dengan itu, Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada TNI atas terlaksananya TMMD ke-125. Menurutnya, program ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Ia menilai kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong. Pemerintah daerah, tambahnya, akan terus mendukung keberlanjutan TMMD karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di pedesaan.

Penutupan TMMD ke-125 ini turut dihadiri Danrem 011/Lilawangsa, Aspers Kasdam IM, Aster Kasdam IM, Forkopimda Aceh Tenggara, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para prajurit TNI dan seluruh personel Satgas. Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin menegaskan kuatnya sinergi dalam membangun daerah.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antara Pangdam IM beserta rombongan dengan masyarakat dan unsur pemerintah daerah. Suasana hangat yang tercipta menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat yang tetap terjaga sebagai fondasi utama dalam menjaga kedaulatan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Pos terkait