Pemkab Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula

“Mereka menyampaikan bahwa program menghadirkan dayah ke sekolah merupakan gagasan yang sangat luar biasa. Selain itu, mereka juga mempelajari pelaksanaan program tahfiz dan berbagai bentuk implementasi keistimewaan Aceh di bidang pendidikan yang diterapkan di Aceh Besar,” sebutnya.

Rahmawati menyatakan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah mengukur sejauh mana perkembangan kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran Beut Kitab Bak Sikula selama dua jam pertama dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan pendidikan di sekolah-sekolah. Yang paling penting bukan siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kualitas peserta didik benar-benar meningkat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh dewan juri agar memberikan penilaian secara objektif dan profesional sesuai kemampuan masing-masing peserta.

“Saya berharap para juri benar-benar menilai secara profesional. Yang kita cari bukan sekadar juara, tetapi kualitas hasil pembelajaran anak-anak kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Panpel Fahrurrazi SE yang juga Sekdisdikbud Aceh Besar mengungkapkan, sebagai bentuk apresiasi, panitia telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi para juara berupa uang pembinaan, piala, medali, dan sertifikat.

“Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, kami berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Sertifikat prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Tgk Munawar, mengatakan penilaian difokuskan pada tiga kategori utama, yakni baca kitab Jawi, praktik ibadah, dan tulis Arab Jawi.

“Hari ini kami melakukan penilaian terhadap tiga kategori lomba. Mekanisme penilaian tentu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perlombaan. Namun yang paling penting adalah melihat keseriusan dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa penguasaan materi fardu ain secara menyeluruh tentu membutuhkan proses yang panjang. Namun, menurutnya, program Beut Kitab Bak Sikula telah menjadi fondasi penting dalam membangun pemahaman dasar keagamaan bagi peserta didik.

“Program ini menjadi pembelajaran dasar yang sangat baik bagi anak-anak. Ini merupakan model pendidikan Islam yang mampu menggerakkan generasi muda untuk lebih memahami ajaran agama sekaligus memperkuat implementasi syariat Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh,” pungkasnya.(*)

Pos terkait