Melihat pentingnya pembangunan jembatan tersebut, masyarakat pun dengan sukarela turut ambil bagian dalam setiap proses pengerjaan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya membantu pekerjaan fisik semata, namun juga menjadi motivasi dan penyemangat bagi warga agar tetap kompak dan saling mendukung dalam menyelesaikan pembangunan.
Kapten Inf Sadriadi menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan semata-mata tugas TNI, melainkan hasil kerja bersama antara aparat dan masyarakat demi memenuhi kebutuhan sarana transportasi yang aman dan memadai bagi warga pedesaan.
“Keterlibatan masyarakat merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama. Pembangunan jembatan ini bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat ke depan,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kumbang Jaya diharapkan dapat selesai sesuai target yang telah direncanakan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kerja keras, dan kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membangun daerah demi masa depan yang lebih baik.






