Sementara itu, inflasi Aceh pada Januari 2025 tetap terkendali di angka 1,61% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,17% (yoy). Penurunan ini didorong oleh kebijakan diskon tarif listrik berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024, yang memberikan diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA selama Januari dan Februari 2025.
Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bank Indonesia menerapkan strategi 4K. Strategi ini mencakup keterjangkauan harga melalui pasar murah dan subsidi ongkos angkut, ketersediaan pasokan dengan peningkatan produksi dan distribusi pangan, kelancaran distribusi melalui kerja sama antar daerah, serta komunikasi efektif melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pemanfaatan data harga pangan.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga barang, terutama menjelang periode dengan permintaan tinggi.
Memasuki bulan Ramadhan 2025, Bank Indonesia Aceh semakin memperkuat upaya pengendalian inflasi dengan melakukan evaluasi TPID, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta pemantauan harga secara berkala. Beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih, menjadi perhatian utama. Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan mencegah panic buying, Bank Indonesia juga mengedukasi masyarakat melalui kampanye Belanja Bijak untuk Ramadhan yang Lebih Berkah. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membandingkan harga sebelum membeli, memilih alternatif barang yang lebih terjangkau, serta menghindari penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan.
Dengan penerapan strategi yang terarah dan sinergi bersama stakeholders, Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Aceh akan tetap tumbuh kuat, inflasi terkendali, serta daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun 2025.






