“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Papua tumbuh dengan rasa aman dan harapan yang terjaga. Ketika negara hadir dengan hati, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari situlah kedamaian yang sesungguhnya dapat dibangun,” tambahnya.
Bagi anak-anak di Rumah Yatim Baiturrosul dan Yayasan Cinta Kasih Bunda, kunjungan hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun kehangatan yang mereka rasakan meninggalkan kesan yang jauh lebih lama.
Di balik senyum dan tawa yang terukir pagi itu, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: bahwa di tanah Papua, negara selalu berusaha hadir membawa kedamaian, merawat harapan, dan menjaga masa depan generasi penerusnya.






