TNI Bersama Masyarakat kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Pidie dan Pidie Jaya

Liputan07 | Pidie – Pembangunan Jembatan Aramco di wilayah jajaran Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan progres yang signifikan dan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Hingga Rabu (15/04/2026), pelaksanaan pekerjaan difokuskan pada dua titik utama, yakni di Desa Keune, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, serta Desa Panton Raya, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya.

Di Desa Keune, kegiatan pembangunan saat ini telah memasuki tahap penting, yaitu perakitan plat jembatan Aramco. Personel Kodim 0102/Pidie bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu melaksanakan perakitan konstruksi plat besi baja yang nantinya akan menjadi bagian utama dari struktur jembatan. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh semangat gotong royong, mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Selain perakitan, kegiatan pembersihan dan penyiapan lahan juga terus dilaksanakan secara intensif guna memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Tahap perakitan plat ini menjadi langkah krusial dalam mewujudkan jembatan yang kokoh, aman, serta memiliki daya tahan tinggi untuk jangka panjang.

Kehadiran jembatan di wilayah Geumpang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang layak. Selama ini, wilayah tersebut masih mengalami keterbatasan mobilitas, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Aramco di Desa Panton Raya, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan capaian progres sekitar 70 persen. Jembatan ini nantinya akan menjadi jalur penghubung strategis antara Desa Panton Raya dan Desa Tampui, sehingga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah secara signifikan.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Aramco merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, terutama dalam membuka akses transportasi serta memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa pengerjaan jembatan di kedua lokasi tersebut terus dipacu agar dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Pos terkait