TNI dan Warga Cat Merah Putih Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tenggara

Liputan07 | Aceh Tenggara – Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Kodim 0108/Agara bersama warga melaksanakan pengecatan tiang pondasi dan pembatas Jembatan Gantung Perintis Garuda, Selasa 16 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan tahap akhir penyelesaian pembangunan jembatan yang dikerjakan bersama Babinsa Posramil Ketambe dan masyarakat. Sejak pagi, personel TNI dan warga bahu-membahu mengecat jembatan dengan dominasi warna merah putih sebagai simbol nasionalisme.

Ketua tim kegiatan, Serka Afrijal, menyebut pengecatan tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga melindungi struktur dari paparan matahari, hujan, dan kelembapan. Sebelum dicat, permukaan beton dibersihkan dari debu dan lumut, lalu dilapisi cat dasar serta anti rembes. Tahap akhir menggunakan cat eksterior khusus yang tahan cuaca ekstrem untuk mencegah korosi dan pelapukan.

“Pembangunan jembatan ini hasil kerja sama TNI dan masyarakat. Dengan selesainya pengecatan, kami harap jembatan segera rampung dan bisa dimanfaatkan warga,” ujar Serka Afrijal.

Ia menegaskan keterlibatan Babinsa adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jembatan ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, melancarkan akses pendidikan, dan meningkatkan aktivitas ekonomi Desa Buntul Kendawi.

Warga setempat, Bapak Sugi, 50, mengapresiasi peran TNI. “Sejak awal pembangunan sampai hampir selesai, Babinsa selalu bersama kami. Sekarang jembatan sudah bagus dicat merah putih. Kami bangga karena jembatan ini akan sangat membantu aktivitas sehari-hari,” katanya.

Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi bukti sinergi TNI dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung. Selain sebagai penghubung, jembatan ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan persatuan dalam membangun daerah.

Pos terkait