Liputan07 | Aceh Tenggara – Wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui kegiatan gotong royong rehabilitasi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Makmur Jaya dengan Desa Lawe Beringin, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (11/06/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga dan memperbaiki fasilitas umum yang memiliki peran vital bagi kehidupan warga.
Jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama penghubung antar desa tersebut diketahui mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, terutama pada papan lantai dan tiang penyangga kayu yang telah lapuk akibat faktor usia dan kondisi cuaca. Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna, mengingat setiap hari jembatan itu dilalui oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Koramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, Serma Karmadi, bersama warga setempat berinisiatif melaksanakan rehabilitasi dengan mengganti bagian-bagian jembatan yang sudah tidak layak pakai. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas.
Serma Karmadi menjelaskan bahwa keberadaan jembatan gantung tersebut sangat penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, perbaikan harus segera dilakukan agar masyarakat dapat kembali menggunakan akses tersebut dengan aman dan nyaman.
“Jembatan ini merupakan sarana transportasi utama bagi masyarakat yang menghubungkan dua desa. Sebagian papan lantai dan tiang penyangga sudah mengalami kerusakan cukup parah sehingga berpotensi membahayakan pengguna. Bersama warga, kami melakukan rehabilitasi dengan mengganti bagian yang rusak agar jembatan kembali kokoh dan aman dilintasi,” ujarnya.
Menurutnya, selain menjadi jalur penghubung antar desa, jembatan tersebut juga memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat. Para petani memanfaatkan jembatan untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian menuju pusat pemasaran, sementara para pelajar menggunakannya setiap hari untuk menuju sekolah. Oleh sebab itu, kelayakan dan keamanan jembatan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi warga.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tampak Babinsa dan masyarakat bekerja bahu-membahu mulai dari pengangkutan material, pembongkaran bagian jembatan yang rusak, hingga pemasangan papan dan tiang penyangga baru. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi cerminan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum yang menjadi kebutuhan bersama.






