Bahkan, Aceh Besar menjadi salah satu dari tiga daerah di Aceh yang hingga kini masih memperoleh dukungan pendanaan bersama Kota Banda Aceh dan Kabupaten Pidie.
“Tahun lalu kita memperoleh penghargaan, dan sampai sekarang Aceh Besar masih menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dari pihak pendonor. Ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengendalian penyakit,” katanya.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan komitmen bersama dalam meningkatkan kemitraan lintas sektor untuk menekan angka kasus AIDS, TBC, dan malaria di Aceh Besar.
“Mudah-mudahan rapat koordinasi hari ini memberikan pencerahan kepada kita semua bahwa penanggulangan penyakit ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Farhan, AP, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Baitul Mal, hingga Camat Ingin Jaya, dan Camat Darul Imarah.
Selain itu, hadir pula perwakilan perusahaan yang beroperasi di Aceh Besar, seperti PDAM Tirta Mountala, Bank Aceh, PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Angkasa Pura, serta unsur PMI Aceh Besar sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular di daerah.()






