Selain itu, Tito dalam sambutannya juga menyinggung perkembangan adat dan budaya di dunia, serta kaitannya dengan kondisi kekinian di Indonesia dan Aceh. Ia mengulas sejumlah skenario yang mungkin terjadi dalam perkembangan adat dan budaya Aceh di tengah era digital.
Di akhir sambutannya, Tito menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan memperkuat lembaga Wali Nanggroe sebagai benteng pertahanan adat dan budaya Aceh. Ia juga mengimbau semua pihak untuk memanfaatkan keberadaan lembaga tersebut guna mencapai tujuan pembangunan bagi Aceh.[¥]






