Liputan07 | Aceh Besar (5/3) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melaksanakan Seremonial Penyerahan Bantuan Sarana dan Prasarana (Sarpras) kepada kelompok tani, kelompok peternak, dan kelompok usaha garam di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Program penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas komoditas unggulan strategis, serta mendukung stabilitas harga pangan di Provinsi Aceh.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, bersama Wakil Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten II Sekretaris Daerah Aceh, T. Robby Irza, dan Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, kepada para ketua kelompok tersebut. Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta para kelompok penerima manfaat.
Penguatan sarpras ini menjadi langkah penting menjawab berbagai tantangan sektor pangan, meliputi keterbatasan alat produksi, rendahnya efisiensi usaha tani, hingga tingginya kehilangan hasil pasca panen. Mengingat Aceh Besar yang memiliki lahan subur dan populasi petani yang besar, intervensi sarpras menjadi krusial dalam mendorong peningkatan produktivitas kelompok tani dan peternak. Bantuan yang disalurkan antara lain mencakup alat produksi pertanian, peralatan pengolahan pakan ternak seperti hammermill dan mixer, fasilitas kandang ayam petelur, hingga sarpras pendukung produksi garam.
Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan petani dan peternak di lapangan. Beliau menekankan bahwa bantuan ini bukan hanya semata-mata meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kelembagaan kelompok, membuka peluang kemitraan, dan memberikan ruang bagi petani untuk naik kelas. ”Hari ini, para kelompok tidak hanya hadir sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai penggerak kemajuan Aceh Besar. Bantuan ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dan dirawat bersama agar kebermanfaatannya berkelanjutan”, pesan Syukri kepada penerima manfaat.
Salah satu kelompok penerima manfaat, Kelompok Ternak Andalan Mandiri, memperoleh dukungan yang memungkinkan mereka meningkatkan kapasitas produksi telur ayam hingga 100% dan mengembangkan model pasokan pakan mandiri yang lebih efisien. Melalui pengembangan ini, diharapkan kelompok tani unggulan tersebut dapat memberikan pembinaan kepada kelompok lainnnya untuk mengurangi ketergantungan telur di Aceh dari daerah lain.






