Ketua DPRK Banda Aceh Motivasi Pengurus IPMS

Liputan07 | Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, memberikan motivasi kepada para pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Samatiga (IPMS) Cabang Banda Aceh periode 2025–2027.

Motivasi tersebut membakar semangat para mahasiswa asal Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, agar terus berbuat baik, berkembang, dan menunjukkan kemampuan mereka di ibu kota provinsi.

Para pengurus IPMS dilantik secara resmi oleh Camat Samatiga, Khairul Diansyah Putra S.STP, pada Ahad, 10 Mei 2026, di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh.

Hadir dalam pelantikan tersebut sejumlah tokoh Samatiga, seperti Guru Besar USK Prof Muhammad Dirhamsyah, Ketua PB IPMS Afrizal A Rasyid, Kasman, Moharriadi, serta para tokoh masyarakat, aktivis mahasiswa dan pemuda, serta para keuchik yang ada di Kecamatan Samatiga.

Adapun pengurus IPMS yang dilantik yaitu Alma Rifqi Akhyar sebagai Ketua Umum, Muhammad Arif Rahmatullah sebagai Wakil Ketua Umum, Putri Rani Lukusra sebagai Sekretaris Umum, serta Al Mutia sebagai Bendahara Umum.

Kegiatan pelantikan tersebut diorganisir oleh Dira Vonna selaku Ketua Panitia bersama para mahasiswa lainnya.

Dalam sambutannya, Irwansyah menekankan sejumlah pesan kepada para pengurus. Ia meminta agar mahasiswa perantau tidak malu, gengsi, atau minder menjadi orang kampung yang hidup di ibu kota.

Menurutnya, pada hakikatnya kemampuan setiap orang sama, baik putra daerah maupun putra ibu kota. Tidak ada perbedaan mencolok di antara keduanya. Jika seseorang mau bekerja keras, tekun, disiplin, dan jujur, maka putra daerah pun mampu bersaing, bahkan bisa lebih unggul dibanding mereka yang sejak awal hidup di ibu kota.

“Kemampuan semua kita sama, baik itu anak putra asal daerah atau anak asli ibukota, tidak ada perbedaan mencolok di antara keduanya, selama kita mau bekerja keras, jujur dan disiplin, maka Insyaallah kualifikasi putra daerah, anak kampung, bisa melebihi dari orang-orang yang hidupnya dari awal di kota,” ujar Irwansyah.

Karena itu, ia meminta para mahasiswa untuk tidak merasa rendah diri. Irwansyah juga berpesan kepada pengurus IPMS agar memperkuat sosialisasi kepada seluruh mahasiswa perantau asal Samatiga yang berada di Banda Aceh untuk menjaga nama baik daerah asal mereka.

Ia menyinggung kondisi Kota Banda Aceh yang saat ini sedang gencar melakukan penertiban terhadap pelanggaran syariat Islam, budaya, dan kearifan lokal. Karena itu, ia berharap jangan sampai mahasiswa atau anak muda asal Samatiga terlibat dalam pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Ia mencontohkan kasus penertiban terhadap perempuan yang masih beraktivitas di luar rumah hingga larut malam. Menurutnya, jangan sampai mahasiswa-mahasiswi asal Samatiga ikut terjaring dalam penertiban seperti itu.

Pos terkait