Liputan07 | Aceh Selatan – Memasuki hari kedua pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Tahun Anggaran 2026, Satgas TMMD Kodim 0107/Aceh Selatan terus mengintensifkan pengerjaan sasaran fisik, khususnya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (16/7/2026).
Sejak pagi hari, personel Satgas TMMD bersama masyarakat telah bergerak menuju lokasi sasaran untuk melanjutkan berbagai tahapan pembangunan. Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas TMMD, seluruh personel bekerja secara terpadu sesuai pembagian tugas guna memastikan seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.
Salah satu fokus utama pada hari kedua adalah percepatan rehabilitasi empat unit RTLH yang menjadi sasaran fisik TMMD Ke-129. Di Desa Kemumu Hilir, progres pembangunan dua unit RTLH telah mencapai sekitar 35 persen. Sementara itu, di Desa Aur Pelumat dan Desa Tengah Pelumat, pembangunan telah memasuki tahap pengecoran pondasi sebagai dasar utama untuk menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan tahan lama.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menegaskan bahwa percepatan pekerjaan merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam menyelesaikan seluruh sasaran TMMD sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan etos kerja, menjaga kekompakan, serta melaksanakan setiap tahapan pembangunan secara profesional dengan tetap mengutamakan kualitas.
“Memasuki hari kedua pelaksanaan TMMD, saya tekankan kepada seluruh personel Satgas agar terus meningkatkan etos kerja. Setiap sasaran harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan tetap memperhatikan mutu hasil pekerjaan sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Letkol Inf Andrino D.N. Lubis.
Menurutnya, pembangunan RTLH bukan sekadar mendirikan bangunan baru atau memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni, melainkan menghadirkan tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Oleh karena itu, setiap proses pembangunan dilakukan secara cermat dengan memperhatikan standar konstruksi agar rumah yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Tahapan pengecoran pondasi yang sedang berlangsung di Desa Aur Pelumat dan Desa Tengah Pelumat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Pondasi yang kuat akan menjadi penopang utama bangunan sehingga kualitas pengerjaannya harus benar-benar diperhatikan. Personel Satgas bersama masyarakat bekerja sama mulai dari menyiapkan material, mengaduk campuran beton, hingga melakukan proses pengecoran secara bergotong royong.






