Progres Jembatan Gantung Kati Maju Aceh Tenggara Capai 90%, TNI dan Warga Kebut Finishing

Jembatan Gantung Perintis penghubung Desa Kati Maju – Kuning Abadi ditarget rampung. Gotong royong Babinsa Kodim 0108 Aceh Tenggara kebut pengecatan merah putih jelang HUT RI ke-81

Liputan07 | Aceh Tenggara – Pembangunan *Jembatan Gantung Perintis* di Kabupaten Aceh Tenggara terus dikebut. Hingga Jumat (31/7/2026), progres *pembangunan Jembatan Gantung Desa Kati Maju* telah mencapai 90 persen dan memasuki tahap finishing.

Jembatan ini menghubungkan *Desa Kati Maju, Kecamatan Badar* dengan *Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah*. Kehadirannya sangat dinantikan warga karena selama ini akses penyeberangan masih menjadi kendala utama mobilitas.

Memasuki tahap akhir, Babinsa jajaran *Kodim 0108/Aceh Tenggara* bersama masyarakat melaksanakan gotong royong. Kegiatan difokuskan pada pengecatan pagar, dinding, dan tiang pylon jembatan.

Babinsa *Serma Zulkifli* mengatakan pengecatan dilakukan untuk memperindah tampilan sekaligus melindungi konstruksi dari cuaca ekstrem Aceh Tenggara.

“Pengecatan ini bukan hanya untuk mempercantik, tapi juga melindungi material agar tahan terhadap sinar matahari, hujan, dan kelembapan,” ujarnya.

Warna *merah putih* dipilih sebagai warna dominan. Selain memberi kesan bersih dan rapi, warna tersebut juga bermakna nasionalisme menyambut *HUT ke-81 Kemerdekaan RI*.

*Jembatan Gantung Perintis Kati Maju – Kuning Abadi* diharapkan menjadi solusi akses transportasi masyarakat. Selama ini warga kesulitan saat mengangkut hasil pertanian, ke sekolah, dan ke fasilitas kesehatan.

“Dengan selesainya jembatan ini, waktu dan biaya perjalanan bisa ditekan. Akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan jadi lebih lancar,” jelas Serma Zulkifli.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan ini berkat sinergi *TNI dan masyarakat Aceh Tenggara*. Semangat gotong royong mempercepat pekerjaan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Alhamdulillah progres sudah 90%. Kami berharap dalam waktu dekat jembatan segera diresmikan dan bisa langsung dimanfaatkan warga,” pungkasnya.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi bukti bahwa kolaborasi *Kodim 0108 Aceh Tenggara* dan warga mampu menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di perbatasan desa.

Pos terkait