Liputan07 | Redelong – Di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, personel TNI terus menunjukkan semangat dan komitmen dalam mempercepat pengerjaan Jembatan Bailey di Desa Belang Panu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Hingga Minggu (27/9/2026), proses perakitan rangka jembatan telah mencapai sekitar 80 persen.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut tidak menyurutkan semangat personel TNI untuk melanjutkan pekerjaan. Dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi di lapangan, pengerjaan dilakukan secara bertahap, terutama pada proses perakitan serta pemasangan sejumlah komponen utama Jembatan Bailey.
Personel di lapangan terus bekerja memastikan setiap bagian rangka terpasang secara tepat dan sesuai dengan tahapan teknis yang telah ditentukan. Penyelesaian tahap perakitan ini menjadi bagian penting sebelum rangka jembatan nantinya didorong dan dibentangkan menuju dudukan atau abutmen yang telah dipersiapkan.
Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto, S.H., melalui Danramil 01/Bandar Kapten Inf Arianto, mengatakan bahwa proses pengerjaan Jembatan Bailey terus dipercepat dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan personel.
“Pengerjaan Jembatan Bailey terus kita kebut. Meskipun curah hujan cukup tinggi, personel tetap berupaya melanjutkan pekerjaan selama kondisi di lapangan memungkinkan. Faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pengerjaan,” ujar Kapten Inf Arianto.
Ia menjelaskan, saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian proses perakitan seluruh komponen rangka jembatan. Setiap bagian harus dipastikan terpasang dengan baik sehingga rangka memiliki kesiapan yang memadai untuk memasuki tahap berikutnya.
“Untuk saat ini kita fokus menyelesaikan perakitan dan pemasangan komponen-komponen utama. Setelah rangka selesai dirakit, tahapan selanjutnya adalah mendorong rangka jembatan menuju dudukan yang sudah disiapkan,” jelasnya.
Menurut Kapten Inf Arianto, progres pengerjaan hingga Minggu (27/9/2026) telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari tahapan penting dalam upaya mempercepat tersambungnya kembali akses transportasi masyarakat di Desa Belang Panu.
“Kita berharap kondisi cuaca dapat mendukung sehingga sisa pekerjaan perakitan dapat segera dituntaskan. Dengan selesainya seluruh rangka, tahapan berikutnya dapat dilaksanakan sesuai dengan teknis yang telah ditentukan,” tambahnya.
Dikerjakan Bertahap dengan Memperhatikan Keselamatan






