Liputan07 | Banda Aceh – Sekitar 1.800 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXVI dan Literasi tahun 2025 di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Sebagai bentuk dukungan dan arahan langsung, Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, hadir memberikan pembekalan kepada para mahasiswa dalam kegiatan yang digelar di Hall Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (16/6/2025).
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, yang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa total mahasiswa peserta KKN mencapai lebih dari 2.800 orang, dengan sekitar 1.800 di antaranya akan ditempatkan di delapan kecamatan di Aceh Besar, seperti Darul Imarah, Darul Kamal, Peukan Bada, Lhoknga, Ingin Jaya, Leupung, Lhoong, serta kelompok pengabdian dari BEM USK.
Dalam paparannya, Bupati Aceh Besar menyampaikan rasa bangganya bisa berhadapan langsung untuk pertama kalinya dengan para mahasiswa USK. “Ini pertama sekali saya bertatap muka langsung dengan adik-adik mahasiswa USK. Sebenarnya keinginan ini sudah lama, tapi baru kali ini terwujud. Jujur saja, saya sempat gemetar, karena ini pertama kali,” ungkapnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Namun suasana hangat tersebut segera berubah serius saat Syech Muharram menyinggung isu terkini tentang berpindahnya administrasi empat pulau dari Aceh ke Sumatera Utara. Ia menilai keputusan tersebut berpotensi mencederai semangat perdamaian yang telah terjalin pasca MoU Helsinki 2005.
“Kenapa baru 20 tahun damai, wilayah Aceh sudah diberikan ke provinsi lain? Jangan sampai kedamaian ini ternodai oleh keputusan pemerintah pusat. Kalau pulau itu tidak dikembalikan, jangan salahkan rakyat Aceh jika kehilangan kepercayaan kepada pemerintah pusat,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar pemerintah pusat tidak “mengotak-atik” Aceh. “Kita di Aceh menjaga perdamaian ini dengan hati-hati. Jangan hancurkan kepercayaan rakyat. Jangan buat gaduh. Hargai perdamaian ini.”
Bupati juga membagikan pengalamannya semasa muda, mulai dari pendidikan di SD, SMP, hingga STM dan perjuangan merintis karier sejak usia belia. Menurutnya, dunia pendidikan dan pola asuh saat ini mengalami banyak perubahan dibanding generasi sebelumnya. Ia menyoroti peran teknologi yang begitu masif hingga masuk ke rumah tangga dan menjangkau anak-anak balita.
Lebih lanjut, Syech Muharram menggarisbawahi tantangan pembangunan daerah, terutama di sektor pertanian dan UMKM, yang menjadi ladang pengabdian potensial bagi para mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa saat ini Aceh Besar memiliki 25 ribu hektar lahan siap tanam dan menduduki urutan kedua setelah Aceh Utara.






