Hadiri Musrenbang RPJMA, Bupati Aceh Besar Dukung Program Pro Rakyat

Sekjen Kemendagri: Sinergi dan Efisiensi Belanja

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, yang turut hadir dalam Musrenbang tersebut, dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi dan sinergi perencanaan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh di atas 5% pada periode 2025, dan proyeksi meningkat secara gradual hingga 2029. Pertumbuhan ekonomi Aceh juga kita harapkan dapat tumbuh lebih cepat, dengan dukungan sektor unggulan dan peningkatan kualitas belanja daerah,” ujar Tomsi Tohir.

Ia juga menyoroti masih tingginya proporsi belanja pegawai di beberapa daerah, serta rendahnya alokasi anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, belanja harus diarahkan lebih efektif agar dampak pembangunan terasa langsung oleh masyarakat.

Kepala Bappenas Tekankan Transformasi Dana Otsus

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmad Pambudy, menekankan perlunya transformasi Dana Otsus Aceh, yang tadinya sebagai penopang menjadi akselerator pembangunan.

“Pertumbuhan ekonomi Aceh dapat dipercepat dengan beberapa kebijakan utama, seperti percepatan eksploitasi blok migas di Selat Malaka, revitalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, hingga pengembangan kepariwisataan berkualitas di Sabang, Banda Aceh, dan Danau Laut Tawar,” kata Rachmad Pambudy.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan sektor pertanian dan perkebunan unggulan, seperti kopi Gayo, padi, jagung, cokelat, kelapa, peternakan, dan hortikultura, guna mendukung swasembada pangan dan pelaksanaan program Merdeka Belanja Gotong Royong (MBG).

Rachmad Pambudy mengingatkan pemerintah daerah untuk semakin kreatif dalam menggali potensi pendapatan daerah, memaksimalkan sinergi pendanaan, serta berani melaksanakan proyek-proyek terobosan yang berorientasi pada pertumbuhan riil.()

Pos terkait