Liputan07 | Aceh Tengah — Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Pepayungan Angkup, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dengan Desa Roteh, resmi rampung 100 persen pada Kamis, 30 Januari 2026. Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Yon Zipur 16/DA bersama Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah Kodam Iskandar Muda, sebagai wujud nyata peran TNI dalam membantu pemulihan infrastruktur vital di wilayah pedesaan.
Jembatan Bailey yang dibangun memiliki spesifikasi tipe 2-1, dengan panjang 24 meter yang terdiri dari 8 petak, serta dikerjakan sepenuhnya oleh personel Yon Zipur 16/DA dan Kodim 0106/Aceh Tengah. Konstruksi jembatan rangka baja ini dirancang untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus transportasi masyarakat, khususnya sebagai penghubung utama antar dua desa yang sebelumnya sempat terisolasi akibat kerusakan jembatan lama.
Rampungnya pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Desa Pepayungan Angkup dan Desa Roteh. Sebelumnya, kerusakan jembatan lama menyebabkan terputusnya akses utama antarwilayah, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat.
Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur pascakeadaan darurat. Infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran strategis karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kelancaran aktivitas perekonomian sehari-hari.
Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses transportasi yang aman dan layak. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Bailey ini diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
“Walaupun bersifat sementara, Jembatan Bailey ini dirancang dengan konstruksi rangka baja yang kuat dan memenuhi standar keselamatan, sehingga aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Selama proses pembangunan, aspek keselamatan personel dan kekuatan struktur menjadi perhatian utama,” ujar Dandim.
Dalam pelaksanaannya, Satgas TNI juga menjalin koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa, aparat kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi pekerjaan.






