Liputan07 | Banda Aceh — Setiap tugas kepolisian membutuhkan kesiapan. Bukan hanya kesiapan fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga kekuatan mental untuk menghadapi tekanan, mengambil keputusan, serta tetap hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam peresmian Gedung Rueng Seumangat Presisi Polda Aceh yang dilakukan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, Rabu, 16 September 2026.
Gedung tersebut dihadirkan untuk mendukung berbagai pelayanan dan kegiatan Bagian Psikologi (Bagpsi), mulai dari konseling, hipnoterapi, hingga tes psikologi bagi personel dan keluarga. Selain itu, fasilitas tersebut juga dapat mendukung pelayanan psikologi bagi masyarakat umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengatakan, keberadaan Rueng Seumangat Presisi bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan wujud kepedulian institusi terhadap kondisi psikologis personel, keluarga, dan masyarakat.
“Rueng Seumangat Presisi bukan sekadar sebuah bangunan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian Polda Aceh terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis personel dan keluarga serta masyarakat umum,” ujarnya.
Menurutnya, personel Polri menghadapi tantangan tugas yang kompleks dan dinamis. Karena itu, kesehatan mental menjadi salah satu fondasi penting agar setiap anggota mampu mengelola tekanan, membangun hubungan kerja yang sehat, mengambil keputusan secara tepat, serta menjalankan tugas secara optimal.
“Mental yang sehat, kerja yang hebat. Karena personel yang kuat bukan hanya personel yang mampu menghadapi tugas berat, tetapi juga personel yang memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan dirinya, bangkit dari kesulitan, dan tetap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Kapolda menegaskan, pelayanan psikologi merupakan bagian penting dari pembinaan sumber daya manusia, bukan sekadar fasilitas tambahan. Untuk itu, ia berharap Rueng Seumangat Presisi dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi setiap individu yang membutuhkan pendampingan.
“Ruang di mana seseorang dapat menyampaikan permasalahan tanpa rasa takut untuk dihakimi. Ruang di mana setiap individu dapat memperoleh kesempatan untuk memahami dirinya, mengelola permasalahan, dan menemukan kembali kekuatan dalam menghadapi kehidupan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa meminta bantuan psikologis bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk keberanian untuk menjaga diri, mengelola persoalan, dan memperbaiki kualitas kehidupan.






